Langsung ke konten utama

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang: Korupsi Itu Setan

Nasional, Makassar -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang, mengatakan seluruh pejabat di lingkup pemerintahan harus terus diingatkan agar tidak melakukan tindak pidana korupsi.

"Saya sudah katakan korupsi itu setan. Dia masuk bisa kapan saja dan menyerang siapa saja. Makanya upaya-upaya pencegahan harus terus dilakukan. Pejabat harus diingatkan itu ibarat salat lima waktu, supaya kita bisa melawan kuasa yang menggoda untuk korupsi," kata Saut Situmorang di Hotel Clarion Makassar, Rabu 29 Maret 2017.

Menurut Saut, langkah pencegahan ini harus menjadi landasan utama memberantas korupsi di Tanah Air.
Baca: Usut Kasus E-KTP Selama 3 Tahun, KPK Yakin Bisa Buktikan Dakwaan

"KPK memang concern ke pencegahan. Jadi tidak hit and run dan selesai lalu pergi. Kenapa Indonesia gagal memberantas korupsi karena kan enggak sustainable," kata Saut.

Bahkan, Saut mengkritik penerapan dari Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Pasalnya, kata Saut pelaksanaannya masih sangat jauh dari kesempurnaan. Menurut Saut, undang-undang itu sudah ada sejak tahun 1960 tetapi kasus korupsi masih saja terjadi hingga saat ini.
Simak : Miryam Cabut BAP di Sidang E-KTP, Pengacara: Ini Jadi Blunder

"Tahun 1960 UU Tipikor itu sudah ada tapi kita tidak sustainable. Kita enggak berpikir, abis ini apa," imbuh Saut.

Saut mengungkapkan masih banyak persoalan lama yang sampai saat ini belum selesai. Sebab tidak ada langkah efektif dan efisien untuk mencegah terulangnya masalah ini.

"Hubungan legislatif dengan aparat penegak hukum memang persoalanyang enggak akan ada habisnya. Berulang. Tapi kenapa tidak bisa dicegah?," kata Saut.

Baca : Kasus E-KTP, Andi Narogong Berminat Menjadi Justice Collaborator?

Saut mengatakan pencegahan tindak pidana korupsi di lingkup pemerintah harus dilakukan terus menerus. Ini agar para pejabat terus diingatkan dan tidak mencoba mencari celah melakukan korupsi.

DIDIT HARIYADI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dipandu Ira Koesno, Begini Debat Ahok dan Anies Soal Reklamasi

Aceh Sambut Moch Fahruddin, Pangdam Iskandar Muda yang Baru

Novel Baswedan Berobat ke Singapura, Rumahnya Dijaga Ketat